Aceh Tamiang — Yayasan Sabena Aceh Malaya kembali menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan. Dalam operasi bantuan selama tujuh hari, tim berhasil menyalurkan sekitar 40 ton logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh.
Bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian masyarakat Aceh diaspora serta masyarakat Melayu lokal di Malaysia yang dihimpun melalui Yayasan Sabena. Donasi yang terkumpul awalnya dikirim dalam bentuk dana ke Indonesia, kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok agar distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi beras, minyak makan, mi instan, air mineral, serta telur ayam, kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana.
Distribusi bantuan difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah, dimulai dari Aceh Tamiang, kemudian berlanjut ke Aceh Utara, Bireuen, hingga Pidie Jaya.

Ketua operasi lapangan Yayasan Sabena, Saiful Bahri alias Bosspon, menyampaikan bahwa seluruh proses distribusi berjalan secara terorganisir dan transparan. Ia juga mengungkapkan bahwa total penyaluran bantuan sebanyak 40 ton tersebut telah dilaporkan dan diketahui oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai bagian dari koordinasi penanganan bencana.
Menurutnya, solidaritas masyarakat Aceh di perantauan menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan bantuan cepat bagi korban.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara diaspora, masyarakat lokal, dan organisasi kemanusiaan mampu memberikan dampak nyata bagi korban bencana. Gerakan solidaritas lintas negara ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah.
Yayasan Sabena mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan ini. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan untuk pemulihan pascabencana.
Donasi sekecil apa pun akan sangat berarti dan akan disalurkan secara amanah, transparan, serta tepat sasaran.
Mari bersama, kita kuatkan solidaritas dan hadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit kembali.


Add a Comment